Sejarah awal mula pemanfaatan tumbuhan ini dapat dibaca dalam berbagai literatur. Pada 6000 SM, dapat ditelusuri sejak zaman Mesir Kuno, Nigella Sativa digunakan sebagai bumbu masak dan pengobatan tradisional. Dokter pribadi Fir’aun menggunakan Nigella Sativa untuk mengantisipasi masalah pencernaan, flu, sakit kepala, sakit gigi serta infeksi. Para Arkeolog menemukan bukti-bukti ini dari penemuan sebuah botol kecil berisi Nigella Sativa dari makam Tut-ankh-amun. Botol berisi Nigella Sativa itu dipercaya sebagai “bekal untuk
kehidupan setelah mati”. Pada 460 SM, Hipokrates menyarankan penggunaan Nigella Sativa untuk membangkitkan vitalitas dan energi, kenyamanan, serta mengatasi kelelahan tubuh dan psikis. Pada 69 SM, terdapat catatan penggunaannya sebagai bahan kecantikan dan perawatan tubuh, Nigella Sativa sangat disukai oleh Cleopatra. Ia merawat tubuhnya dengan minyak Nigella Sativa dan menggunakannya juga sebagai bahan campuran mandi (Dr. Hermann Ehmann, 2000).
Sedangkan Dioscoredes ahli Fisika Yunani di Abad I telah melaporkan bahwa Nigella Sativa dipakai untuk mengobati sakit kepala, hidung tersumbat, sakit gigi, dan penyakit internis. Selain itu, juga di gunakan untuk membantu masa menstruasi dan meningkatkan produksi susu pada ibu menyusui. Bersamaan dengan itu pada 1 M, referensi tulisan tertua tentangBlack Seed pertama-kali ditemukan di buku Isaiah dalam Old Testament. Isaiah menjelaskan,”For the Black Seed Cumin is not threshed with a thresting sledge, nor is a chart wheel rolled over the cumin, but the black cumin is beaten out with a stick, and the cumin with a rod.” (Isaiah 28:25, 27 NKJV). Easton’s Bible. Dalam Perjanjian Lama Nigella Sativa ditemukan dalam Kitab Yesaya dengan sebutan ‘Ketsah’ (Dr. Hermann Ehmann, 2000).
Black Seed atau Nigella Sativa juga termasuk dalam daftar obat-obatan alamiah Al-Tibb al-Nabawi, dan menurut hadist Rasulullah SAW, “ Memakai Black Seed dapat mengobati semua penyakit, kecuali kematian.” Referensi kenabian dalam mendriskipsikan Black Seedsebagai “penyembuh segala penyakit” bukan hal yang terlalu dibesar-besarkan.
Tokoh Muslim, Al Biruni (973-1048), yang menggabungkan obat-obatan leluhur India dan China, menyebutkan bahwa Black Seed adalah sejenis biji-bijian yang disebut dengan Alwanakdalam bahasa Sigzi. Kemudian pernyataan ini dibenarkan oleh Suhar Bakht yang menjelaskan bahwa Black Seed sebagai habb-i Sajzi viz. Biji-bijian Sigzi). Khasiat “biji-bijian” ini memungkinkan orang menggunakannya sebagai bahan nutrisi di abad ke 10 dan 11 Masehi. Ibnu Sina (980-1037), dalam karya terbesarnya “The Canon of Medicine”, diakui banyak orang sebagai buku paling terkenal di dunia kedokteran, di timur atau barat kala itu, menyatakanBlack Seed sebagai zat yang dapat “menstimulasi energi di tubuh dan membantu penyembuhan dari kelelahan atau kurang semangat.” (Schleicher, 2000).
Di tahun 1959 – 1990, masa penelitian dan penemuan kembali Nigella Sativa secara modern. Beberapa perusahaan farmasi di Eropa dan Amerika memproduksi dengan sistem cool presseddan dikemas dalam bentuk softgel sehingga mutu dan kualitas dapat tetap terjaga dengan baik.Di tahun 1990-an permintaan Nigella Sativa sebagai food supplement di beberapa negara bagian Amerika Serikat dan Jerman semakin meningkat (Dr. Hermann Ehmann, 2000). Penelitian ilmiah telah menyediakan bukti yang mengindikasikan bahwa Black Seed memiliki kemampuan yang nyata dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia jika digunakan secara terus menerus (Sweet Sunnah, 1999).
Anda butuh obat-obat herbal dalam jumlah besar untuk grosiran dan eceran ? Klik segera disini
Anda butuh obat-obat herbal dalam jumlah besar untuk grosiran dan eceran ? Klik segera disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar